{"id":4172,"date":"2023-03-01T06:55:04","date_gmt":"2023-03-01T06:55:04","guid":{"rendered":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/?p=4172"},"modified":"2023-03-01T06:55:06","modified_gmt":"2023-03-01T06:55:06","slug":"apa-itu-design-thinking-dan-pengertiannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/apa-itu-design-thinking-dan-pengertiannya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Design Thinking? dari Pengertian hingga Tahapan-tahapannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Design Thinking menjadi salah satu metodologi yang digunakan oleh banyak organisasi&nbsp; dalam menyelesaikan permasalahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Definisi dari Design Thinking sendiri adalah proses penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, jika kamu menemukan seseorang yang kesulitan melakukan sesuatu karena ada hambatan, kamu bisa menyelesaikannya dengan metode Design Thinking.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Design Thinking, solusi yang kamu buat bisa berdasarkan pemahaman yang matang akan masalah yang terjadi pada seseorang, sehingga produk bisa memenuhi kebutuhan penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, apa sebenarnya Design Thinking itu?<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Design Thinking<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/thumbnail-artikel-64-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi design thinking\" class=\"wp-image-4173\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/thumbnail-artikel-64-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/thumbnail-artikel-64-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/thumbnail-artikel-64-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi design thinking<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Design Thinking didefinisikan sebagai pendekatan untuk memecahkan masalah yang berpusat pada pengguna. Dengan kata lain, kebutuhan pengguna akan menjadi prioritas utamamu dalam membuat solusi.<\/p>\n\n\n\n<p>Solusi yang dibuat dengan Design Thinking memungkinkan kamu untuk mengintegrasikan kebutuhan manusia dengan teknologi untuk mencapai kesuksesan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode Design Thinking ini bisa digunakan oleh berbagai aspek seperti perusahaan atau organisasi, pemimpin tim, pekerja kreatif, bahkan freelancer.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami metodologi Design Thinking dapat membantu kamu dalam memahami kebutuhan pengguna lebih baik, sehingga mengurangi risiko kegagalan produk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Design Thinking juga membuat kamu mampu menyempurnakan produk dari waktu ke waktu&nbsp; dan mempercepat proses pengembangan produk atau solusi yang kamu tawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses Design Thinking, ada beberapa elemen-elemen yang perlu dipenuhi, apa saja?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/9-knowledge-areas-dalam-project-management-body-of-knowledge-atau-pmbok\/\">10 Knowledge Areas dalam Project Management Body of Knowledge atau PMBOK<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/4-alasan-standar-iso-27001-penting\/\">4 Alasan Utama Perusahaan Anda Perlu Menerapkan Standar ISO 27001<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Elemen-elemen Design Thinking<\/h1>\n\n\n\n<p>Dalam metodologi Design Thinking, ada setidaknya empat elemen yang dibutuhkan, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. User-Centered<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti pada definisinya, Design Thinking merupakan metodologi yang fokus pada pengguna. Maka elemen pertama yang harus ada dalam melakukan Design Thinking adalah fokus pada permasalahan pengguna atau user-centered.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>User-centered artinya apapun solusi yang kamu tawarkan harus berpusat pada kebutuhan pengguna, khususnya untuk menyelesaikan masalah mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Iteratif<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain user centered, implementasi Design Thinking perlu dilakukan secara iteratif atau berulang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Design thinking menuntut kamu untuk melakukan proses berulang dalam berinovasi sampai kamu mendapatkan solusi yang paling optimal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Kreativitas<\/h2>\n\n\n\n<p>Kreativitas menjadi salah satu elemen yang penting dalam Design Thinking. Kamu bebas mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan solusi yang terbaik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam setiap ide kreatif harus menerapkan elemen-elemen lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Langsung<\/h2>\n\n\n\n<p>Design Thinking bukanlah teori atau sketsa, namun Design Thinking perlu dilakukan secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep-konsep dari produk yang kamu susun harus benar-benar diluncurkan pada calon pengguna untuk melihat apakah konsep itu berjalan dengan efektif atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/5-area-fokus-tata-kelola-ti-it-governance-decision-domains\/\">5 Area Fokus Tata Kelola TI (IT Governance Decision Domains)<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/4-tren-teknologi-yang-diprediksi-akan-banyak-digunakan-di-masa-depan\/\">4 Tren Teknologi yang Diprediksi Akan Banyak Digunakan di Masa Depan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Efektivitas Design Thinking<\/h1>\n\n\n\n<p>Fakta berdasarkan <a href=\"https:\/\/thisisdesignthinking.net\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/thisisdesignthinking.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">This Is Design Thinking<\/a>, sebanyak 71% perusahaan setuju bahwa Design Thinking mampu meningkatkan budaya kerja. Sementara itu, sebanyak 69% mengatakan bahwa Design Thinking membuat proses inovasi perusahaan menjadi lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan Design Thinking untuk sebuah perusahaan, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memudahkan perusahaan dalam memahami kebutuhan calon konsumen<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan efisiensi dari proses desain<\/li>\n\n\n\n<li>Menciptakan inovasi baru<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko kegagalan produk<\/li>\n\n\n\n<li>Menghemat anggaran perusahaan<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan pendapatan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Design Thinking<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi tahapan design thinking\" class=\"wp-image-4023\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi tahapan design thinking<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam implementasinya, design thinking terdiri dari lima tahap. Kelima tahap tersebut adalah Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Test.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Empathize<\/h2>\n\n\n\n<p>Tahap pertama adalah emphatize, yaitu mendapatkan pemahaman empatik dari masalah yang terjadi kemudian dipecahkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap ini melibatkan pendekatan terhadap customer dengan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap ini bisa dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk bertemu langsung dengan mereka dan mengerti betul kondisi lapangan dan apa saja yang menjadi kesulitan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Define<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada tahapan ini, segala informasi yang didapatkan dari tahap emphatize dikumpulkan, dianalisis, kemudian disintesis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tahapan define ini akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada, karena telah dilakukan penetapan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Ideate<\/h2>\n\n\n\n<p>Tahap ideate adalah tahap menghasilkan ide. Semua ide akan ditampung untuk menyelesaikan masalah yang sudah ditetapkan pada tahap define. Setelah itu, dilakukan penyelidikan dan pengujian ide-ide untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang bisa saja terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Prototype<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam tahapan ini, versi produk yang paling kecil dengan beberapa fitur akan dihasilkan. Hal ini dilakukan untuk menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prototype bisa diuji dalam tim sendiri maupun orang di luar tim. Ketika ada masukan, maka dilakukan perbaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Test<\/h2>\n\n\n\n<p>Testing atau pengujian dilakukan terhadap produk kepada masyarakat atau pengguna. kemudian hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait produk dari penggunanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/pusat-data-cloud-dan-on-premise-apa-bedanya-cocok-untuk-siapa\/\">Pusat Data Cloud dan On Premise, Apa Bedanya? Cocok untuk Siapa?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/downtime-pusat-data-beberapa-hal-yang-perlu-anda-tahu\/\">Downtime Pusat Data: Beberapa Hal yang Perlu Anda Tahu<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/mengenal-profesi-data-center-specialist-ahli-pusat-data-yang-banyak-dibutuhkan-organisasi\/\">Mengenal Profesi Data Center Specialist, Ahli Pusat Data yang Banyak Dibutuhkan Organisasi<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Design Thinking menjadi salah satu metodologi yang digunakan oleh banyak organisasi&nbsp; dalam menyelesaikan permasalahan.&nbsp; Definisi dari Design Thinking sendiri adalah proses penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user.&nbsp; Dengan kata lain, jika kamu menemukan seseorang yang kesulitan melakukan sesuatu karena ada hambatan, kamu bisa menyelesaikannya dengan metode Design Thinking. Melalui Design Thinking, solusi yang<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[252,19],"class_list":{"0":"post-4172","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-design-thinking","9":"tag-top"},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4175,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4172\/revisions\/4175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}