{"id":4155,"date":"2023-02-17T02:50:47","date_gmt":"2023-02-17T02:50:47","guid":{"rendered":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/?p=4155"},"modified":"2023-02-17T02:50:49","modified_gmt":"2023-02-17T02:50:49","slug":"jenis-jenis-visualisasi-data-yang-sering-digunakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/jenis-jenis-visualisasi-data-yang-sering-digunakan\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Visualisasi Data yang Sering Digunakan"},"content":{"rendered":"\n<p>Visualisasi data atau data visualization merupakan salah satu hal yang sangat penting. Visualisasi data akan membantu orang lain memahami data dengan mudah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Data yang sudah diolah dan divisualisasikan akan lebih mudah dibaca. Berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.wyzowl.com\/infographic-the-power-of-visual-communication\/#:~:text=The%20Power%20of%20Visual%20Communication%20Infographic&amp;text=According%20to%20studies%2C%20people%20tend,what%20they%20see%20and%20do.\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.wyzowl.com\/infographic-the-power-of-visual-communication\/#:~:text=The%20Power%20of%20Visual%20Communication%20Infographic&amp;text=According%20to%20studies%2C%20people%20tend,what%20they%20see%20and%20do.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wyzowl<\/a>, sebanyak 80% orang akan lebih mudah memahami sesuatu secara visual, termasuk data.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/pusat-data-cloud-dan-on-premise-apa-bedanya-cocok-untuk-siapa\/\">Pusat Data Cloud dan On Premise, Apa Bedanya? Cocok untuk Siapa?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/downtime-pusat-data-beberapa-hal-yang-perlu-anda-tahu\/\">Downtime Pusat Data: Beberapa Hal yang Perlu Anda Tahu<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n\n<p>Ketika data mudah dipahami dengan visualisasi data, maka pengambilan keputusan berdasarkan data akan semakin mudah dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data merupakan proses mengubah kumpulan data menjadi hal yang lebih sederhana dan mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data menggunakan elemen visual, sehingga pembaca akan lebih mudah dalam memahami tren, outliers, dan pola dalam suatu data.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis visualisasi data<\/h2>\n\n\n\n<p>Karena banyaknya tujuan dan variabel yang dibutuhkan dalam visualisasi data, maka visualisasi data dibedakan menjadi berbagai macam, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Visualisasi Data Temporal<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-45-1-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data temporal\" class=\"wp-image-4157\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-45-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-45-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-45-1-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data temporal<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu jenis visualisasi data yang paling sering ditemui adalah visualisasi data temporal. Jenis ini sangat cocok untuk visualisasi data dari hasil rangkaian data yang berbentuk linear atau satu dimensi saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data temporal memiliki ciri khusus, yakni berupa garis yang mulai dan berakhir di titik tertentu. Garis tersebut dapat berdiri sendiri, atau bersinggungan dengan garis lainnya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong>Visualisasi Data Hierarki<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-46-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data hierarki\" class=\"wp-image-4158\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-46-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-46-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-46-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data hierarki<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis visualisasi data selanjutnya adalah hierarki. Jenis visualisasi data ini umum digunakan untuk menunjukkan hubungan suatu kelompok dengan kelompok lainnya yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data hirarki cocok digunakan untuk menunjukkan munculnya data-data baru yang berasal dari penyebab tertentu.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li><strong>Visualisasi Data Network<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-47-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data network\" class=\"wp-image-4159\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-47-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-47-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-47-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data network<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekumpulan data pada dasarnya saling mempengaruhi satu sama lain. Maka dari itu, visualisasi data network digunakan untuk mempermudah hubungan antar kumpulan data atau dataset.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data network yang paling sering digunakan antara lain word cloud dan node link diagram.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li><strong>Visualisasi Data Multidimensi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-48-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data multidimensi\" class=\"wp-image-4160\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-48-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-48-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-48-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data multidimensi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis visualisasi data multidimensi cocok digunakan untuk memvisualisasikan data yang memiliki banyak variabel atau dimensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data multidimensi biasanya akan lebih menarik karena banyaknya dataset yang ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu visualisasi data multidimensi yang sering digunakan adalah pie chart dan stacked bar.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\">\n<li><strong>Visualisasi Data Geospasial<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-49-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data geospasial\" class=\"wp-image-4161\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-49-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-49-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/thumbnail-artikel-49-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data geospasial<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis visualisasi data geospasial merepresentasikan wujud nyata dari suatu benda, atau ruang yang memiliki data untuk ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, visualisasi data geospasial sering digunakan untuk menunjukkan penetrasi penjualan di suatu wilayah tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Visualisasi data geospasial yang paling sering digunakan adalah heatmap dan kartograf.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/r-programming-untuk-analisis-dan-visualisasi-data\/\">R Programming, Bahasa Pemrograman untuk Analisis dan Visualisasi Data<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/pusat-data-cloud-dan-on-premise-apa-bedanya-cocok-untuk-siapa\/\">Pusat Data Cloud dan On Premise, Apa Bedanya? Cocok untuk Siapa?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cloud-big-data\/mengenal-sni-8799-tentang-pusat-data\/\">Mengenal SNI 8799 tentang Pusat Data<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visualisasi data atau data visualization merupakan salah satu hal yang sangat penting. Visualisasi data akan membantu orang lain memahami data dengan mudah.&nbsp; Data yang sudah diolah dan divisualisasikan akan lebih mudah dibaca. Berdasarkan wyzowl, sebanyak 80% orang akan lebih mudah memahami sesuatu secara visual, termasuk data. Baca juga: Ketika data mudah dipahami dengan visualisasi data,<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[139,137,251,136],"class_list":{"0":"post-4155","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-data","9":"tag-data-visualization","10":"tag-dataset","11":"tag-visualisasi-data"},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4163,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4155\/revisions\/4163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}