{"id":4087,"date":"2023-01-10T07:44:50","date_gmt":"2023-01-10T07:44:50","guid":{"rendered":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/?p=4087"},"modified":"2023-01-10T07:44:51","modified_gmt":"2023-01-10T07:44:51","slug":"cara-memilih-chart-visualisasi-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/cara-memilih-chart-visualisasi-data\/","title":{"rendered":"Cara Memilih Chart yang Tepat untuk Visualisasi Data"},"content":{"rendered":"\n<p>Visualisasi data merupakan salah satu hal yang sangat penting, sebab melalui visualisasi data, segala informasi yang dihasilkan bisa dikomunikasikan dengan baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, visualisasi data adalah teknik mengkomunikasikan data atau informasi yang terdapat pada data dengan mengubahnya menjadi objek visual seperti diagram, grafik, peta dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya hal ini akan membantu audience dalam memahami informasi yang terdapat pada data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-6-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4092\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-6-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-6-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-6-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/peran-cio-dalam-transformasi-digital\/\">Peran CIO dalam Transformasi Digital: Mengubah Cara Kerja Perusahaan<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/mengenal-data-sintetis-informasi-buatan-yang-aman-untuk-kemajuan-teknologi-2\/\">Mengapa Pengetahuan Data Analitik Kini Jadi Kebutuhan Wajib bagi Setiap Pekerja<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p>Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh <a href=\"https:\/\/www.mit.edu\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.mit.edu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Massachusetts Institute of Technology<\/a>, sebanyak 90% informasi yang diterima oleh otak seseorang berbentuk visual, dan sekitar 80% orang akan mengingat apa yang dilihat dibandingkan apa yang mereka baca. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memvisualisasikan data, perlu teknik khusus agar sesuai dengan informasi yang akan divisualisasikan dari data tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan chart yang tepat akan membantu visualisasi data menjadi lebih mudah dipahami oleh orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada empat hal yang biasa dilakukan dalam visualisasi data, diantaranya Comparison, Relationship, Composition, dan Distribution.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Visualisasi data perbandingan (comparison)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/8-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data perbandingan dengan bar chart\" class=\"wp-image-4088\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/8-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/8-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/8-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data perbandingan dengan bar chart<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Visualisasi data perbandingan berfungsi untuk membandingkan nilai antara variabel satu dengan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ini juga berguna untuk menemukan nilai tertinggi atau terendah dari data, dan membandingkan beberapa kategori dalam satu variabel data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat visualisasi data perbandingan, ada beberapa jenis chart yang digunakan, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bar Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bar Chart digunakan untuk melihat perbandingan beberapa jenis kategori nilai<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Line Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Line Chart digunakan untuk melihat fluktuasi trend data atau perubahan suatu kondisi dari waktu ke waktu secara kontinyu.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>&nbsp;<strong>Combo Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Combo chart adalah gabungan dari bar chart dan line chart. Kedua chart ini digunakan untuk membandingkan dua set nilai ukuran yang biasanya sulit untuk dibandingkan karena adanya perbedaan skala.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Visualisasi Data Hubungan (relationship)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/9-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data hubungan dengan scatter plot\" class=\"wp-image-4089\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/9-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/9-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/9-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data hubungan dengan scatter plot<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Visualisasi data hubungan digunakan untuk memperlihatkan bagaimana nilai antar variabel saling berhubungan satu sama lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, visualisasi data ini juga memungkinkan untuk memperlihatkan bagaimana korelasi, outliers, dan cluster dari data.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa chart yang bisa digunakan untuk visualisasi data hubungan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Scatter Plot<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Scatter Plot digunakan untuk menampilkan suatu pola hubungan antara dua variabel.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Scatter Plot juga bisa menunjukkan apakah hubungan atau korelasi tersebut termasuk korelasi atau hubungan yang positif, negatif, atau tidak berkorelasi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bubble Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bubble Chart adalah bentuk variasi dari scatter plot dengan tambahan dimensi data yang dipresentasikan dalam bentuk gelembung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bubble Chart memvisualisasikan data menggunakan tiga dimensi variabel.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Visualisasi data komposisi (Composition)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/10-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data komposisi dengan pie chart\" class=\"wp-image-4091\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/10-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/10-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/10-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data komposisi dengan pie chart<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Visualisasi data komposisi (composition) digunakan untuk melihat komposisi komponen suatu nilai dibandingkan dengan nilai total keseluruhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Komposisi ini bisa bersifat statis yang berfungsi untuk menunjukkan komposisi nilai total saat ini, atau bisa menunjukkan bagaimana komposisi nilai total berubah seiring berjalannya waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa chart yang bisa digunakan dalam visualisasi data komposisi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pie Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pie chart digunakan untuk memperlihatkan bagaimana proporsi statis suatu nilai terhadap keseluruhan nilai total. Pie chart hanya cocok untuk sedikit variabel data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waterfall Chart<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Waterfall Char menggambarkan bagaimana nilai awal yang dipengaruhi oleh serangkaian perubahan nilai positif maupun nilai negatif dari data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai awal dan akhir digambarkan sebagai bar chart yang utuh, sedangkan nilai tengah digambarkan sebagai floating bar chart.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Visualisasi data distribusi (distribution)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/11-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi visualisasi data distribusi dengan histogram\" class=\"wp-image-4090\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/11-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/11-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/11-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">ilustrasi visualisasi data distribusi dengan histogram<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Visualisasi data distribusi digunakan untuk menunjukkan bagaimana nilai dalam suatu data dikelompokkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, visualisasi data distribusi dapat memperlihatkan bagaimana bentuk data, rentang nilainya, dan bagaimana kemungkinan adanya outlier pada data.<\/p>\n\n\n\n<p>Chart yang bisa digunakan dalam visualisasi data distribusi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>&nbsp;<strong>Histogram<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Chart histogram digunakan untuk memperlihatkan bagaimana data terdistribusi berdasarkan interval nilai tertentu.<\/p>\n\n\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/5-process-group-dalam-pmbok-dan-manfaatnya\/\">5 Process Group dalam PMBOK dan Manfaatnya<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/9-knowledge-areas-dalam-project-management-body-of-knowledge-atau-pmbok\/\">10 Knowledge Areas dalam Project Management Body of Knowledge atau PMBOK<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/sejarah-versi-togaf-dari-tahun-1995-hingga-2022\/\">Sejarah Versi TOGAF dari Tahun 1995 hingga 2022<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/it-management\/5-framework-enterprise-architecture-dan-perbedaanya-dengan-togaf\/\">5 Framework Enterprise Architecture dan Perbedaanya dengan TOGAF<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visualisasi data merupakan salah satu hal yang sangat penting, sebab melalui visualisasi data, segala informasi yang dihasilkan bisa dikomunikasikan dengan baik.&nbsp; Pada dasarnya, visualisasi data adalah teknik mengkomunikasikan data atau informasi yang terdapat pada data dengan mengubahnya menjadi objek visual seperti diagram, grafik, peta dan lain sebagainya. Tentunya hal ini akan membantu audience dalam memahami<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,33],"tags":[239,137,240,19,136],"class_list":{"0":"post-4087","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"category-tutorial","9":"tag-chart","10":"tag-data-visualization","11":"tag-pie-chart","12":"tag-top","13":"tag-visualisasi-data"},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4087"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4093,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4087\/revisions\/4093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}