{"id":4082,"date":"2023-01-06T07:05:40","date_gmt":"2023-01-06T07:05:40","guid":{"rendered":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/?p=4082"},"modified":"2023-01-06T07:05:41","modified_gmt":"2023-01-06T07:05:41","slug":"5-kelebihan-framework-laravel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/development\/5-kelebihan-framework-laravel\/","title":{"rendered":"5 Kelebihan Framework Laravel untuk Pengembangan Web"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam mengembangkan sebuah website, ada banyak framework yang bisa digunakan. Framework yang paling banyak digunakan dalam pengembangan website adalah PHP.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Framework yang tepat dalam pengembangan website dapat membantu mempermudah pengembangan, sehingga tidak memakan waktu lebih lama. Selain itu, framework juga bisa menyederhanakan proses pembuatan dan menghasilkan performa yang lebih maksimal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu framework yang sangat populer dalam pengembangan website adalah Laravel. Framework laravel sendiri dikenal dengan kesederhanaan, dan bisa menghasilkan aplikasi web yang powerful.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/peran-cio-dalam-transformasi-digital\/\">Peran CIO dalam Transformasi Digital: Mengubah Cara Kerja Perusahaan<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/mengenal-data-sintetis-informasi-buatan-yang-aman-untuk-kemajuan-teknologi-2\/\">Mengapa Pengetahuan Data Analitik Kini Jadi Kebutuhan Wajib bagi Setiap Pekerja<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-2-1024x576.jpg\" alt=\"Ilustrasi framework laravel\" class=\"wp-image-4083\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/thumbnail-eduparx-2-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi framework laravel<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Framework Laravel?<\/h1>\n\n\n\n<p>Untuk pengembang web, pasti sudah tidak asing lagi dengan framework PHP. Laravel adalah satu-satunya framework yang membantu memaksimalkan penggunaan PHP dalam pengembangan website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>PHP sendiri merupakan bahasa pemrograman yang sangat dinamis, namun sejak adanya Laravel, PHP menjadi lebih cepat, powerful, aman, dan simple.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Laravel pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 dan mengalami pertumbuhan yang sangat eksponensial. Di tahun 2015, Laravel mendapatkan banyak bintang di GitHub. Kini framework Laravel menjadi salah satu yang paling populer di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan framework Laravel<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Laravel bersifat Open Source<\/h2>\n\n\n\n<p>Laravel merupakan framework yang bersifat open source, bisa digunakan dengan gratis. Framework ini juga banyak digunakan karena developer dapat menggunakannya untuk dikembangkan lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Laravel punya blade template<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain open source, Laravel juga punya blade template. Blade template pada Laravel ini dapat membantu developer dalam membuat sebuah template menjadi lebih terstruktur serta dinamis. Dengan fitur ini, developer akan lebih hemat waktu dalam mengembangkan website.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Laravel punya dokumentasi yang lengkap.&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Laravel banyak digunakan karena dokumentasinya yang lengkap dan selalu diperbaharui. Dokumentasi yang disediakan pada Laravel juga tergolong rapi dan jelas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Laravel lebih aman<\/h2>\n\n\n\n<p>Laravel adalah framework PHP yang memberikan beberapa pilihan yang dapat digunakan agar aplikasi tetap aman. Salah satu sistem keamanan yang dimiliki Laravel adalah PDO yang bisa mencegah SQL Injection.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Laravel punya fitur migrasi database<\/h2>\n\n\n\n<p>Laravel juga punya fitur migrasi database. Ini merupakan salah satu fitur unggulan Laravel. Dengan migrasi database, developer tidak perlu membuat ulang struktur database yang baru karena sistem akan melakukan migrasi data secara langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/development\/manfaat-rest-api-flutter\/\">Manfaat REST API di Flutter untuk Mempermudah Pengembangan Aplikasi Mobile<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/development\/4-manfaat-devops-untuk-perusahaan\/\">Dapatkan 4 Manfaat Ini untuk Perusahaan Anda setelah Mengimplementasikan DevOps<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/tingkatkan-kinerja-tim-dengan-framework-scrum\/\">Tingkatkan Kinerja Tim Anda dengan Framework Scrum<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mengembangkan sebuah website, ada banyak framework yang bisa digunakan. Framework yang paling banyak digunakan dalam pengembangan website adalah PHP.&nbsp; Framework yang tepat dalam pengembangan website dapat membantu mempermudah pengembangan, sehingga tidak memakan waktu lebih lama. Selain itu, framework juga bisa menyederhanakan proses pembuatan dan menghasilkan performa yang lebih maksimal.&nbsp; Salah satu framework yang sangat<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[48,238,19,198],"class_list":{"0":"post-4082","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-development","8":"tag-developer","9":"tag-laravel","10":"tag-top","11":"tag-web"},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4082"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4085,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4082\/revisions\/4085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}