{"id":3942,"date":"2022-10-20T04:29:46","date_gmt":"2022-10-20T04:29:46","guid":{"rendered":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/?p=3942"},"modified":"2022-10-20T04:29:49","modified_gmt":"2022-10-20T04:29:49","slug":"apa-itu-vue-js","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/insight\/apa-itu-vue-js\/","title":{"rendered":"Mengenal Vue.js, Framework Paling Populer untuk Pemrograman Frontend"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan website kini sudah sangat cepat, ditandai dengan semakin banyaknya bermunculan <em>framework <\/em>JavaScript untuk membangun web app.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu <em>framework <\/em>yang sangat populer untuk <em>frontend <\/em>adalah Vue.js.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js banyak digunakan oleh <em>developer frontend <\/em>untuk membuat <em>user interface<\/em>. <em>Framework <\/em>ini juga digunakan untuk membuat website menjadi lebih interaktif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Desain-tanpa-judul-2-1024x576.jpg\" alt=\"ilustrasi vue.js\" class=\"wp-image-3943\" srcset=\"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Desain-tanpa-judul-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Desain-tanpa-judul-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Desain-tanpa-judul-2-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>ilustrasi vue.js<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Vue.js<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js pertama kali dirancang oleh <em>developer <\/em><a href=\"http:\/\/google.com\" data-type=\"URL\" data-id=\"google.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google<\/a>, Evan You pada 2013 silam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian Evan You berfokus mengembangkan Vue.js pada 2016 hingga saat ini. Vue.js pertama kali dirilis pada bulan Februari 2014, dan mendapatkan perhatian dunia sejak hari pertama rilis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga 2016 perkembangan Vue.js sangatlah konsisten hingga memperoleh NPM download hampir 2 juta, selain itu juga memperoleh <a href=\"https:\/\/github.com\/oacore\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/github.com\/oacore\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Core GitHub<\/a> Stars mencapai 37 ribu lebih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, Vue.js adalah <em>library <\/em>pada JavaScript yang digunakan untuk membangun <em>user interface <\/em>sebuah website.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Library Vue.js difokuskan pada <em>view layer <\/em>dan sangat mudah diaplikasikan dan diintegrasikan dengan library lain maupun <em>project <\/em>yang sudah ada sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan Vue.js<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js menjadi salah satu <em>framework <\/em>favorit untuk <em>frontend developer <\/em>dengan berbagai fitur yang dimiliki, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Vue.js punya ukuran yang kecil<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js memiliki ukuran yang relatif kecil, hanya berkisar antara 18 hingga 21KB saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini akan memudahkan pengguna dalam mengunduhnya, sebab tidak memerlukan waktu lama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski berukuran kecil, Vue.js memiliki performa yang sangat tinggi, bahkan lebih cepat daripada <em>framework <\/em>besar seperti ReactJs, AngularJS, dan EmberJS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Vue.js mudah dipahami<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain ukurannya yang kecil, Vue.js juga mudah dipahami. Pengguna bisa dengan mudah menambahkan Vue.js ke proyek websitenya karena strukturnya sangat sederhana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini juga akan membuat pengguna lebih singkat dalam mengembangkan website.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Vue.js mudah diintegrasikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu alasan lain mengapa Vue.js populer di kalangan <em>developer <\/em>adalah kemudahan integrasinya. Proses integrasinya sangat mudah dengan aplikasi yang sudah ada. Hal ini karena Vue.js dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi lain yang dibangun dengan JavaScript.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Vue.js sangat fleksibel<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js sangat fleksibel karena bisa digunakan untuk modular SPA yang besar. Pengguna juga bisa memakai Vue.js untuk membangun bagian kecil yang interaktif untuk diintegrasikan menggunakan teknologi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vue.js bisa digunakan untuk kebutuhan apa saja, mulai dari menjadi <em>library <\/em>proyek hingga <em>framework <\/em>berfitur lengkap yang digunakan untuk membangun seluruh produk.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengembangan website kini sudah sangat cepat, ditandai dengan semakin banyaknya bermunculan framework JavaScript untuk membangun web app. Salah satu framework yang sangat populer untuk frontend adalah Vue.js. Vue.js banyak digunakan oleh developer frontend untuk membuat user interface. Framework ini juga digunakan untuk membuat website menjadi lebih interaktif. Vue.js Vue.js pertama kali dirancang oleh developer Google,<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,28],"tags":[206,205,19,204],"class_list":["post-3942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-insight","category-development","tag-frontend","tag-javascript","tag-top","tag-vue-js"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3942"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3946,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions\/3946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eduparx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}